Yogyakarta – Ir. Andri Prima Nugroho, STP., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng. dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) berbasis Big Data untuk manajemen pemupukan presisi di perkebunan kelapa sawit. Penelitian yang rampung pada tahun 2023 ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan data tanah, iklim, dan tanaman, demi meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan biaya operasional.
Sistem inovatif ini dirancang untuk mengatasi tantangan dalam manajemen pemupukan tradisional yang seringkali kurang akurat dan tidak efisien. Dengan memanfaatkan analisis Big Data, DSS ini mampu mengolah dan mengintegrasikan berbagai informasi krusial seperti kondisi tanah, pola iklim, dan data pertumbuhan tanaman secara real-time. Hasilnya adalah rekomendasi pemupukan yang sangat spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan aktual setiap area perkebunan.
Menurut Ir. Andri Prima Nugroho, pengembangan sistem ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan pertanian presisi di sektor kelapa sawit. “Kami berharap sistem ini dapat membantu para petani dan pengelola perkebunan dalam membuat keputusan pemupukan yang lebih cerdas, mengurangi pemborosan pupuk, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara signifikan sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Penelitian yang didanai secara internal ini juga bersifat kolaboratif dengan mitra eksternal, baik nasional maupun internasional, menunjukkan komitmen UGM dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri. Output dari penelitian ini adalah model dan algoritma yang siap diimplementasikan untuk mendukung praktik pemupukan yang lebih modern.
Dengan selesainya penelitian ini, diharapkan teknologi DSS berbasis Big Data dapat segera diadopsi secara luas, membawa dampak positif bagi industri kelapa sawit Indonesia dalam mencapai efisiensi operasional dan produktivitas yang lebih tinggi di era pertanian 4.0.